Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012

Belajar Kehidupan pada Burung dan Cacing

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing. Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus "puasa". Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus "berpuasa".

Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya "kantor" yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya.

Dan ternyata burung tetap optimis akan makanan yang dijanjikan Allah. Walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.

Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari makan. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan epalanya ke batu.

Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih. Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing ? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi? Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar banyak dari burung dan cacing.

Pertanyaannya, apakah kita sebagai manusia yang dianugerahi akal dan pikiran oleh Allah SWT kalah sama burung ataupun cacing? Na'udzubillahi min dzalik

Kamis, 19 Juli 2012

Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya

Menulis adalah salah satu aktivitas manusia yang terpenting dalam proses mencari dan mempelajari ilmu pengetahuan. Dengan menulis, kita dapat mendokumentasi ilmu yang telah kita dapatkan sehingga apabila nanti kita lupa maka kita bisa membuka apa yang telah kita tuliskan dahulu di dokumen kita.

Pada permulaan memasuki jenjang pendidikan, yang pertamakali diajarkan adalah membaca dan menulis. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan dalam mengikuti proses belajar-mengajar selanjutnya. Dengan bisa membaca, seseorang bisa menyerap ilmu yang lebih banyak dan bisa menulis menjadikan seseorang bisa mendokumentasikan apa yang ia serap dari proses membaca.

Aktivitas menulis sebenarnya sudah dikenal oleh nenek moyang kita jauh sejak zaman pra sejarah. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penemuan manuskrip ataupun benda sejarah yang berupa pahatan simbol-simbol di atas batu, di dinding-dinding gua ataupun pada media tulang-belulang yang diyakini sebagai tulisan-tulisan pada zaman dahulu. Jadi menulis bukan saja aktivitas kekinian tetapi telah dilakukan jauh sebelum manusia mengenal teknologi.

Mengingat sifat dasar manusia yang suka lupa (bahru), maka menulis merupakan suatu hal yang sangat penting agar ilmu-ilmu yang diserap bisa di dokumentasikan sehingga apabila terjadi lupa, maka bisa dipelajari kembali untuk menyegarkan ingatan.

Menulis juga sangat berguna untuk menyebarkan ilmu pengetahuan ke seluruh muka bumi. Sangat tidak mungkin, seorang yang menjadi guru atau memiliki ilmu akan mengajarkan ilmunya secara lisan kepada semua orang secara massive. Namun dengan tulisan, ia bisa melakukannya yaitu dengan menulisnya pada suatu media dan kemudian menerbitkannya serta selanjutnya menyebarkannya ke publik. Maka sang penulis tidak perlu mendatangi satu per satu orang yang ingin belajar padanya. Cukup dengan diwakili oleh bukunya, maka orang sudah bisa belajar padanya.

Media untuk menulis tentu banyak. Namun sejak ditemukannya kertas dan tinta, aktivitas menulis menjadi lebih mengasyikkan dan lebih rapi. Dengan menulis di kertas, tulisan kita bisa dibukukan sehingga lebih rapi dan terstruktur. Seiring dengan kemajuan zaman, menulispun bisa dilakukan pada media digital seperti komputer dan juga bisa dipublikasikan ke publik lewat media internet. Contohnya adalah halaman web atau blog.

Jadi kesimpulannya adalah menulis merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat bagi siapa saja karena dengan menulis dapat mengingatkan kembali sesuatu yang mungkin kita lupakan. Menulis juga bisa membantu penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi secara lebih luas. Bagi yang sedang dalam proses belajar suatu ilmu, ikatlah ilmu yang Anda dapatkan dengan menuliskannya.

*Sumber Gambar:supersuga.wordpress.com

Tuntutlah Ilmu Walau Sampai ke Negeri Maya

Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi setiap insan di dunia ini. Oleh karena dengan ilmu, manusia dapat menjalani kehidupannya sehari-hari dan dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi dengan sebaik-baiknya. Saking pentingnya menuntut ilmu, Rasulullah Muhammad SAW bersabda kepada para sahabatnya "Tuntutlah Ilmu Walau Sampai ke Negeri Cina" (Al-hadist). Meski konon hadist tersebut sanadnya diragukan, namun maknanya sangat dalam yaitu betapa pentingnya menuntut ilmu khususnya bagi ummat muslim di dunia.

Di era sekarang ini, Anda tidak perlu jauh-jauh ke negeri Cina untuk menuntut ilmu sebab dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Anda dapat menuntut ilmu bahkan dari kamar pribadi Anda sendiri, selain lembaga pendidikan formal tentunya. Anda bisa belajar dengan santai kapanpun dan dimanapun, bahkan sambil bersantai dengan keluarga Anda.

Dengan hadirnya internet, dunia seperti tidak memiliki sekat dan jarak bukan jadi suatu masalah lagi. Anda ingin menuntut ilmu? tidak perlu jauh-jauh lagi ke negeri Cina ataupun ke Amrik sana. Hanya dengan menyalakan PC atau Laptop Anda dan terkoneksi dengan internet, maka Anda sudah bisa memperoleh ilmu apa saja yang Anda inginkan. Cukup dengan mengetikkan kata kunci (keyword) di mesin pencari (search engine) yang sesuai dengan info atau data yang Anda cari, maka Anda dapat menemukan ribuan bahkan jutaan situs yang menyediakan apa yang sedang Anda cari, sesuai dengan kata kunci tentunya.

Mungkin Anda juga pernah mendengar istilah e-learning? Yups... e-Learning atau yang biasa dikenal dengan belajar jarak jauh adalah salah satu bukti mudahnya memperoleh ilmu pengetahuan lewat media internet. Dengan e-Leraning, kita tidak perlu hadir di ruang kelas untuk mengikuti pembelajaran. Namun cukup dengan mengakses internet, Anda sudah bisa mengikuti pelajaran meskipun dari ruang di rumah Anda sendiri. Apalagi setelah diintegrasikannya teknologi teleconference ke internet yang memungkinkan Anda bertatap muka dengan tutor ataupun peserta lain di seluruh belahan dunia.

Berarti, Tuntutlah ilmu ke Negeri Cina sudah tidak relevan lagi?

Saya kira tetap relevan karena suatu waktu, kita juga perlu datang ke Negeri Cina atau ke Negeri lain untuk belajar suatu ilmu. Misalnya ilmu-ilmu yang tidak mungkin di share secara terbuka di internet. Namun dengan kehadiran internet, dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan Anda tanpa harus mencari ilmu pengetahuan dan informasi dari Negeri sumbernya.

Lepas dari berbagai dampak negatif yang muncul di internet, maka kita patut berterimakasih pada para penemu internet karena saya yakin mereka berkarya bukan untuk sesuatu yang negatif, namun untuk sebuah tujuan yang mulia. Semoga mereka mendapat balasan atas kebaikannya dan kita bisa memperoleh manfaat seluas-luasnya dari internet. Amiin ya Rabbal A'lamiin....

Berbagi itu Indah

Manusia hidup di dunia ini tidaklah sendiri. Disekitar kita ada orang lain yaitu keluarga kita sendiri, kerabat, teman atau sahabat dan orang lain yang tidak kita kenal. Itulah sebabnya manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena kehidupan manusia bersimbiosis mutualisme dengan manusia maupun makhluk lain di sekitarnya.

Saya tidak bisa bayangkan jika saya hanya sendiri di dunia ini tanpa ada manusia lain dan itu tidak mungkin. Menjadi manusia individualis adalah suatu pilihan yang keliru karena sifat manusia secara naluriah memerlukan manusia lain dalam menjalani kehidupannya di dunia ini. Pendeknya, manusia tidak bisa hidup sendiri karena bagaimanapun seseorang memerlukan manusia lain dalam kesehariannya.

Karena sifat manusia sebagai manusia sebagai makhluk sosial, berbagi dengan sesama adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan oleh manusia. Berbagi bisa berupa dengan materi seperti zakat, sadaqah dan berinfaq. Jika tidak punya materi bisa dengan berbagi ilmu pengetahuan, inspirasi dan informasi. Bahkan jika tidak punya apa-apa, berbagi bisa dilakukan dengan hanya memberi senyuman yang bisa membahagiakan hati orang lain. Bukankah "senyum itu sadaqah". Tapi jangan senyum-senyum sendiri sepanjang hari karena Anda akan dianggap gila he he

Saya pribadi "tidak punya" harta yang berlimpah untuk berbagi dengan harta. Tetapi saya punya ilmu, pengetahuan dan sedikit informasi. Oleh karena itulah, saya membuat blog ini sebagai media bagi saya untuk berbagi ilmu yang saya pahami dan informasi yang saya ketahui kepada siapa saja yang mengunjungi blog saya ini. Saya berharap, apa yang saya tuliskan di halaman blog ini bisa menambah ilmu dan wawasan para pengunjung blog saya dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi kehidupan manusia. Allahumma Amiin.....